Ikatan Alumni Sanata Dharma
1
 
 

Alumni USD menyisihkan 6000 Pendaftar Indonesia Mengajar 2013

29 October 2013

Jepang adalah salah satu Negara di Asia yang mampu bersaing dengan negara-negara di Eropa dan juga US baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun teknologi. Tentunya kita ingat juga dengan tragedi Hiroshima dan Nagasaki yang juga pada akhirnya memicu kemerdekaan Indonesia. Berangkat dari tragedi tersebut, Jepang mampu bangkit dari keterpurukannya atas dasar satu hal, pendidikan. Tentunya jika anda tertarik dengan sejarah dan suka membaca banyak literatur, ada pertanyaan yang sangat terkenal dari Kaisar Hirohito, “Berapa guru yang masih hidup?” Berangkat dari perhatian mendalam tentang pendidikan, akhirnya Jepang bisa menjadi negara maju pada saat ini. Bagaimana dengan Indonesia?
Pendidikan di Indonesia sendiri masih belum merata. Di beberapa kota besar di Indonesia pastinya sudah ada sekolah favorit dan juga sekolah yang mencetak anak-anak peraih medali emas olimpiade. Namun bagaimana dengan anak-anak di daerah terpencil? Siapa tahu salah satu di antara mereka yang belum tersentuh ternyata mampu membuat obat penyembuh kanker di masa depan. Menyentuh anak-anak ini adalah tujuan dari program Indonesia Mengajar.
Walaupun program mengajar di tempat terpencil ini terlihat sukar dijalani, namun peminat dari program ini sangatlah banyak. Pada penerimaan periode tahun 2013 ada sekitar 6000 pelamar program ini dan hanya 50 orang yang dianggap layak untuk bisa bergabung dan salah satu di antara 50 orang tersebut ada Fidelis Permana Sari, alumni Universitas Sanata Dharma (USD) dari Pendidikan Bahasa Inggris 2008, yang pada saat artikel ini diterbitkan sedang menjalani masa persiapan di Jakarta untuk program Indonesia Mengajar.
Gadis yang berasal dari Bumiayu, Jawa Tengah, ini memang memiliki ketertarikan untuk mengabdi pada bangsa dengan menjadi guru. Dalam ceritanya, Fidelis mengungkapkan bahwa dia merasa terpanggil untuk membantu mengembangkan daerah-daerah yang kurang mendapat sentuhan pendidikan. Selain itu, Fidelis juga merasa jengah dengan adanya para aktifis mahasiswa dan para demonstran yang hanya protes dan menyalahkan pemerintah atas segala kebobrokan negara ini namun mereka sendiri tidak melakukan apapun. Oleh karena itu, program ini dirasa mampu menjadi jembatan bagi idealisme Fidelis untuk bisa mengembangkan Indonesia sehingga dia pun berjuang bersama guru muda lainnya.
Hal yang menarik selama proses seleksi Indonesia Mengajar menurut Fidelis adalah saat di mana dia harus melalui Direct Assessment. Saat bertemu dengan para penguji, rasa cemas yang semula melanda berubah menjadi ketertarikan karena pada saat itu para penguji yang ada juga memiliki kesepahaman yang sama, pendidikan di Indonesia tidak merata dan bisa dikatakan tidak mendapat tempat. Fidelis juga mengungkapkan bahwa dia saat itu benar-benar lupa mengenai keinginan dia untuk diterima sebab dia sangat menikmati proses bertukar pikiran dengan para penguji yang ternyata berpandangan sama dengan dia karena “It’s not about me, it’s about them (anak-anak yang belum mendapat pendidikan layak)”.
USD yang menjadi tempat bernaungnya selama 4 tahun juga mendapat apresiasi dari Fidelis. Bagi dia, USD tidak hanya memberikan pengetahuan kognitif tapi juga pengembangan kepribadian, pedagogi Ignatian dan juga 3C (Competence, Compassion, Conscience). Fidelis, yang juga mantan aktifis Cana Community di
1/2
USD, menegaskan bahwa selain pengembangan kepribadian tadi, banyak sekali kegiatan kemahasiswaan yang sangat membantu dia dalam segala proses penerimaan Indonesia Mengajar. Motivasi, kerelaan, karakter, dan ketulusan itulah yang membuat Fidelis diterima di Indonesia Mengajar dan itu semua dia pelajari saat berdinamika di USD. Pada akhir cerita, Fidelis berkata bahwa menjadi seorang guru itu bukan sebuah pekerjaan, itu adalah panggilan yang berasal dari ketulusan hati untuk berbagi. (DAYC)

Alumni USD menyisihkan 6000 Pendaftar Indonesia Mengajar 2013
Fakultas Farmasi USD Melantik Apoteker Baru Angkatan XX
Edy Susanto Peraih The Most Talented Product Manager 2010
Alumni USD berkesempatan menjadi salah satu pengajar muda
Temu Alumni Prodi BK-USD se-Yogyakarta dan sekitarnya
Prodi BK USD Lakukan Kunjungan Studi ke Prodi BK UNM dan Adakan Temu Alumni BK USD se-Jawa Timur
Satukan Hati Kembangkan Psikologi
Undangan Temu Alumni Sanata Dharma
Media Komunikasi Alumni Sanata Dharma
Perpisahan Alumni Sanata Dharma dengan Romo Spillane S.J.
hal. 1  2  3  
Universitas Sanata Dharma
Tracer Study - Alumni Universitas Sanata Dharma
Alumni Sanata Dharma - Alumni Universitas Sanata Dharma  @alumni_usd - Alumni Universitas Sanata Dharma